RSS Feed

ASURANSI MURNI HANYA SEDEKAH

image

Asuransi

Itulah perusahaan yang menawarkan JAMINAN janji janji manis untuk segala proteksi.

Mulai dari proteksi jiwa, proteksi pendidikan, proteksi kesehatan, proteksi hari tua dan lain sebagainya.

Apa sih yang salah dari Asuransi??

Yuk,, Mari kita bedah satu-satu

1. Adanya RIBA.

Simulasinya seperti ini : pihak asuransi menunjukkan tabel nilai uang yang akan anda dapat dalam waktu 1 tahun, 2 tahun dan seterusnya, jika kita rutin tiap bulan membayar premi keanggotaan.

Dan dalam waktu minimal 5 tahun, jika tidak ada claim, uang tsb bisa anda ambil. Tentu saja jumlahnya beranak. Misalnya premi tiap bulan 500rb x 60 bulan = 30 juta (uang kita seharusnya) namun janji mereka tidak begitu, kita bisa mendapat misalnya 35 juta, makin lama diendapkan, makin besar nilainya yang anda dapat. Yang seharusnya uang kita 30 jt tapi bisa jadi 35 jt, 5 jutanya ini apa?? Tentu saja Ini RIBA..

Belum lagi masalah claim yang didapat, misal anda baru setor premi 2 bulan, tiba-tiba bulan ketiga anda sakit, dimana biaya rumah sakitnya 5jt misalnya, anda dapet claim 5jt dari asuransi tsb, sedangkan anda baru setor 1jt, yang 4jt apa namanya?? Tentu saja RIBA..

Karena ini tukar menukar uang dengan uang, dimana jumlah dan waktunya tidak sama dan tidak tunai, maka terjadilah RIBA NASI'AH dan RIBA FADHL

2. Adanya Gharar

Cb saya tanya, Saat kita membayar premi asuransi, hakikatnya kita itu membeli apa sih??

Udh pernah saya singgung masalah jual beli kemarin, bahwa normalnya komoditas jual beli adalah BARANG dan JASA. Terus dalam asuransi, apa yang anda dapat dari membayar premi??

Barang??

Jasa??

Anda membeli JAMINAN, yaitu sesuatu yang TIDAK PASTI dan belum tentu terjadi. Dan inilah ghararnya

3. Adanya Kedzaliman

Adanya denda keterlambatan saat nasabah telat membayar premi, dan juga pengembalian uang yang tidak 100% saat nasabah ingin mengambil uangnya diluar jangka waktu yang telah ditetapkan pihak asuransi, adalah salah dua bukti kedzaliman yang terjadi.

4. Adanya Unsur Judi

Jelas-jelas disini kesehatan dan keselamatan anda jadi TARUHANNYA. Anda setor 500rb perbulan, "Kalau" anda MATI, maka akan dapat uang 500jt misalnya,, tapi TARUHANNYA Nyawa anda,, Klo ga mati, ya ga dapet apa-apa

Untung apa Rugi??

Misalnya yang mati istrinya, duitnya bisa buat kawin lagi sama suaminya,, jelas untung suami nya.. Just kidding

Bagaimana mungkin bisa untung?? Coba pikir, murah banget nyawa kita cuma dihargai 500jt??

1 bola mata kita aja, ada yang mau beli 1M mau ga anda??

Klo saya jelas ga mau..

Saya heran, bagaimana mungkin orang mau mempertaruhkan keselamatannya untuk hal yang tidak Seberapa, yang mereka bilang menguntungkan.

Dari uraian diatas udah ada 4 alasan yang menyebabkan asuransi menjadi HARAM.

Apakah anda masih mau bergelimang dengan dosa-dosa??

Bro, sis,, kita sudah dijamin semuanya sama Allah

Allah yang menjamin rezeki, sehat, sakit dan mati kita.

GA PERLU lagi jaminan dari asuransi.

Saya jadi khawatir, jika semua manusia sudah ketakutan dengan hidup dan matinya, sampai sampai menggantungkan kepada SELAIN Allah, malah akan terjadi Syirik dan menyebutkan Allah.

Lha gmn ga syirik?? Klo sudah ikut asuransi jadi tenang,

Klo sakit bilangnya, "tenang, udah ada ASURANSI yang mencover."

 

Flasback sejenak, perhatikan yang mau atau ikut asuransi baik asuransi biasa atau syariah. 

 

Kita mulai dari niat dulu. Apa niat Anda ikut asuransi? Jawaban yang umum adalah: buat jaga-jaga. Beneran buat jaga-jaga?Bukan biar untung, atau biar murah, atau bahkan gratis?Karena kalau cuma untuk jaga-jaga kan bisa nabung sendiri. Iya kan?

Gimana dengan yang ikut asuransi syariah. Niatnya mau ta’awun (nolong orang lain) atau buat kepentingan diri sendiri? Biar jelas saya kasih contoh asuransi yang beneran syariah, yaitu iuran sosial RT. Dimana tiap bulan Anda bayar iuran untuk dana bantuan jika ada warga yang kesusahan.Itu kalau misalnya Anda yang kena musibah terus gak dapet ‘jatah’ dari dana sosial RT, kira-kira Anda marah gak? Protes kah sama RT nya? Enggak kan yes. Anda ikhlas-ikhlas aja. Itulah yang disebut TA’AWUN. Niatnya murni nolong orang lain.

Prinsip inilah yang coba diangkat untuk BPJS kesehatan mandiri. Subsidi silang. Yang sehat nolong yang sakit.Tapiii…prakteknya gimana?

Apakah betul si peserta ikut BPJS agar bisa nolong orang lain?Kalo pas ybs yang sakit trus gak dicover BPJS atau pelayanannya tidak sesuai dengan harapan, itu yang bersangkutan ikhlas aja apa komplain bahkan marah-marah?Yang belum ikut BPJS mandiri sebaiknya pikir-pikir lagi. Luruskan dulu niat Anda..

Subhanallah,, ini lah syirik yang sekarang sedang marak dikalangan kita, namun tidak kita sadari.

Mari.. Bertawakal sama Allah, kembali kepada Allah, Insya Allah, Allah akan berikan semua solusinya.

Asuransi murni hanya sedekah, Allah yang JAMIN. Bukan dari manusia.

 

By : #harmoniku #bukumatahati #bukupesancintadarilangit

Copyright © 2019 HARMONIKU · All Rights Reserved