KRITIK FATWA YANG TAK SESUAI

Berlepas diri

 

By : Muhammad Rosyidi Aziz (oktober 2014 ) 

 

1. Petinggi Bank Syariah

Beberapa waktu lalu saya bertamu dan bertemu pimpinan cabang Bank Syariah, untuk memberikan undangan menghadiri acara yang kami adakan. Disela-sela obrolan seputar acara tersebut, terselip pembicaraan mengenai bisnis property yang saat ini sedang saya tekuni.

Saat saya singgung tentang denda financial yang diterapkan dibank syariah, lalu saya sampaikan dalil-dalil keharamannya karena denda financial tersebut hukumnya riba, beliau jawab dengan entengnya : "Kami punya Dewan Pengawas Syariah yang mengacu pada pendapat Dewan Syariah Nasional (DSN), mereka yang bertanggungjawab mengenai hal ini."

2. Ebook Property

Beberapa minggu lalu saya beli ebook tentang Bisnis Property. Penjualnya adalah seorang motivator ternama dan teamnya yang dulu pernah menggagas Property Syariah (saya pernah bertemu keduanya dalam satu acara training). Walau sudah cukup lama saya beli, baru berkesempatan baca dan menelaahnya siang tadi.

Ternyata, property bersyariah yang mereka berdua maksudkan, diarahkan transaksinya melalui bank syariah dan asuransi (asuransi jiwa, kebakaran dsb). Alasannya, kedua produk tersebut dihasilkan oleh ulama yang memiliki ilmu yang tinggi, sementara kami hanyalah orang-orang awam yang hanya mengikuti pendapatnya.

3. Pengusaha Property

Dua minggu lalu saya bertemu dengan seorang pengusaha property terkenal, yang asetnya sudah trilyunan, yang kebetulan sedang mempresentasikan seputar skema baru dalam menghimpun dana investasi dihadapan beberapa orang calon investor property. Tidak usahlah saya sebut siapa namanya.

Singkat cerita, saya bertanya mengenai skema yang dipakai dan saat itu juga saya bisa simpulkan bahwa skema tersebut hanyalah akal-akalan saja dan hukumnya tetap saja riba. Ketika ada kesempatan ngobrol pribadi, saya sampaikan hal tersebut. Ternyata jawabannya singkat, "Kami punya Dewan Syariah dan skema ini sudah dijamin sesuai syariah oleh DSN"

4. Sahabat Pengusaha

Bahkan seorang kawan pengusaha saya, dulu sempat bilang seperti ini, "ini bisnis halal, yang ngawasin sehari-hari adalahnya adalah DSN. Disana ada ulama-ulama yang terlibat langsung dalam proses sertifikasi halalnya. Bahkan beliau bilang siap dan bertanggungjawab lahir bathin dunia hingga akhirat kelak."

Kini bisnis yang dibangga-banggakannya hancur lebur. Trilyunan rupiah dibawa kabur pengelolanya. Akhirnya ketahuan bahwa proses sertifikasi halalnya bermasalah karena ada kongkalikong dengan para ulama pemberi fatwanya. Aib yang mencoreng citra ulama, dan dalam forum yang kami adakan setelah kejadian itu, mereka mengakui sendiri bahwa mereka terlalu berani mengeluarkan fatwa.

---

Allah SWT berfirman,

"... dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (TQS Al An'am : 164)

" (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat adzab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.

Dan orang-orang yang mengikuti berkata, "sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka." (TQS Al Baqarah : 166-167)

Copyright © 2019 HARMONIKU · All Rights Reserved