JUAL BELI GADAI EMAS

image

EMAS adalah salah satu paling banyak di minati dalam berinvestasi. Belilah emas secara cash bukan kredit karena memang dilarang keras.

Artinya beli nya harus cash tanpa nyicil atau kredit, jangan tergiur istilah "kredit" emas yang dirubah bahasa "menabung" beli emas.

Lalu, GADAI EMAS.

Walau gadai emas syariah telah menjadi alternatif untuk mendapatkan modal dengan cara aman. Ditambah label ‘syariah’ yang melekat, membuat orang semakin nyaman dengan ‘jaminan kehalalannya’.

Perlu diketaui bahwa gadai emas syarat akan riba baik:

Antara DSN dan Praktik Gadai Syariah

Produk gadai emas syariah, berpayung di bawah fatwa DSN, NO: 26/DSN-MUI/III/2002 Tentang RAHN EMAS. Dalam fatwa tersebut dinyatakan:

1. Ongkos dan biaya penyimpanan barang (marhun) ditanggung oleh penggadai (rahin).

2. Ongkos sebagaimana dimaksud ayat sebelumnya, besarnya didasarkan pada pengeluaran yang nyata-nyata diperlukan.

Praktik gadai emas syariah berseberangan dengan fatwa di atas:

Untuk mengetahui hal ini perlu dilihat berapa harga penyewaan Safe Deposit Box (SDB). SDB yang ditawarkan harganya beragam: ukuran kecil (3x5x24 inch) dengan harga Rp 100 ribu per tahun, ukuran sedang (5x10x24 inch) dengan harga Rp 250 ribu per tahun, dan ukuran besar (15x10x24 inch) dengan harga Rp 700 ribu per tahun. Kita semua yakin, untuk menyimpan emas seberat 2 gram, orang hanya membutuhkan SDB ukuran paling kecil. Salah satu bank syariah, dalam brosurnya menerapkan tarif, untuk emas 2 gram dengan kadar 20 karat, biaya titip sebesar 11.800/15 hari. Dengan demikian, untuk penyimpanan selama 6 bulan saja, nasabah membayar Rp 141.600.

 (info dari konsultasisyariah.com)

 

Maka, kenyataan di atas membuktikan bahwa produk gadai emas bank syariah ini berarti tidak menerapkan fatwa DSN tentang rahn emas sebagaimana yang dinyatakan di atas. Fenomena ini tentunya akan berakibat buruk kepada image masyarakat terhadap bank syariah. Oleh karena itu, DSN perlu mengambil langkah nyata untuk menghentikan produk gadai emas riba berlabel syariah ini.

Lebih dari itu, gadai emas bank syariah pada hakikatnya adalah menggabungkan dua akad, yaitu akad qardh (utang) dan ijarah (jual jasa). Nasabah yang menggadaikan uangnya akan mendapat pinjaman senilai tertentu sesuai perhitungan bank, dan selanjutnya nasabah wajib membayar biaya ‘jasa pemeliharaan’ emas sesuai yang ditetapkan bank. Padahal menggabungkan akad qardh dan ijarah bertentangan dengan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib bahwa Nabi melarang menggabungkan antara akad jual-beli dan akad qardh. (HR. Ahmad. Sanad hadis ini dinyatakan hasan oleh Tirmizi)

 

       Jadi, cermati dulu sebelum melakukan gadai emas.

bukan "asal" penting syariah.

 

By : konsultasi syariah

Copyright © 2019 HARMONIKU · All Rights Reserved